Minggu, 23 November 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

TNI Hentikan Kerjasama Militer dengan Australia

Fitri Sartina Dewi   -   Rabu, 20 November 2013, 18:16 WIB

BERITA TERKAIT

PM Tony Abbott dan Presiden SBY/Newslimited.com
Newslimited.com
PM Tony Abbott dan Presiden SBY

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, akan menghentikan sementara sejumlah kerja sama yang selama ini dilakukan bersama Australia. Pernyataan tersebut disampaikan Presiden RI pada konferensi pers di Istana Negara sebagai bentuk respon pemerintah Indonesia terhadap penyadapan yang dilakukan Pemerntah Australia tahun 2009 lalu.

Dalam pernyataannya, Presiden mengatakan “Saya minta dihentikan dulu kerjasama yang disebut pertukaran informasi dan pertukaran intelejen diantara kedua negara. Saya juga minta dihentikan dulu latihan latihan bersama antara tentara Indonesia-Australia, baik Angkatan Darat, Laut dan Udara, maupun yang sifatnya gabungan,”kata Presiden SBY, Rabu (20/11/2013).
 
Selain itu, Presiden juga menyinggung masalah people smuggling  yang telah merepotkan pemerintah RI. “Saudara tahu menghadapi problem people smuggling yang merepotkan Indonesia dan Australia, kita punya kerjasama militer. Terkait hal ini saya minta dihentikan dulu sampai semuanya jelas.”

Sebagai tindak lanjut atas kebijakan pemerintah tersebut, terhitung sejak pernyataan tersebut disampaikan Presiden. Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko telah mengambil langkah-langkah tegas.

Pertama, menghentikan seluruh kerjasama dalam bidang Informasi dan Intelijen. Kedua, menghentikan Latihan Bersama TNI AD dan Royal Australian Army, yaitu Latihan Bersama Kartika Bura dan Latihan Bersama Down Komodo.

Ketiga, menghentikan Latihan Bersama TNI AL dan Australian Navy, seperti Latma New Horizon TTX, Latma Initial Planning Conference KAKADU dan Observer Ex Black Carilion. Keempat, menghentikan Latihan Bersama Elang Ausindo antara TNI AU dengan Royal Australian Air Force (RAAF) yang sedang berlangsung di Darwin Australia dengan menarik pulang 5 (lima) pesawat tempur F-16 berikut seluruh personel pendukungnya serta kegiatan Air Man to Air Man Talk.
 
Selain itu, seluruh latihan Bilateral yang akan dilaksanakan TNI, baik TNI AD, TNI AL dan TNI AU dengan Angkatan Bersenjata Australia juga dihentikan sampai dengan waktu yang tidak ditentukan.


Editor : Bambang Supriyanto

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.