Kamis, 24 April 2014 RSS Feed Videos Photos ePaper English Version

Banjir di Manado Meluas, Aktivitas Warga Terganggu

Thomas Mola   -   Rabu, 15 Januari 2014, 13:49 WIB

BERITA TERKAIT

/Antara
Antara

Bisnis.com, MANADO--Hujan lebat yang terus mengguyur Kota Manado menyebabkan semakin banyak lokasi yang tergenang air. Hujan masih turun dengan intensitas tinggi sehingga semakin mengkhawatirkan warga di kota itu.

"Banjir kali ini paling besar yang pernah terjadi di Manado. Saya tadi pagi berangkat ke arah Lapangan , waktu pulang sudah tidak bisa lagi karena sudah banjir di mana-mana," ujar Joseph salah seorang warga yang terjebak banjir di seputaran Pall II, Manado, Rabu (15/1/2014).

Hingga sejauh ini belum dapat dipastikan jumlah korban atau kerugian akibat banjir. Yang pasti, aktivitas warga Kota Manado terganggu.

Dari pantauan Bisnis, beberapa mobil yang diparkir di Jalan Sudirman sudah terendam air. Di jembatan Pal II yang sudah tergenang air,  tampak ratusan warga berkumpul untuk melihat derasnya arus air yang menghanyutkan banyak barang rumah tangga.

Beberapa warga nampak berdiri di atas timbunan sampah di sungai untuk mengais sisa-sisa perabotan rumah tangga yang hanyut. Beberapa kulkas, tabung gas 12 kg dan 3 kg, galon air dan beberapa perabot rumah tangga berhasil diangkat dari sungai.

Tidak luput juga beberapa hewan ternak seperti bebek, babi, dan anjing juga berhasil diangkat. Dari beberapa perangkat rumah tangga yang hanyut, diduga kuat banjir telah menghanyutkan beberapa rumah di bantaran sungai.


Editor : Hery Lazuardi

Berlangganan Epaper Bisnis Indonesia Cuma Rp10 Juta Seumur Hidup, Mau? Klik disini!
 

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.