Kamis, 24 April 2014 RSS Feed Videos Photos ePaper English Version

Wakapolda Metro Jaya: Tembak Mati Pengedar Narkoba

Martin Sihombing   -   Jum'at, 07 Februari 2014, 17:00 WIB

BERITA TERKAIT

kapolda Metro Jaya Irjen Pol Putut Eko Bayuseno (tengah) didampingi Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Sudjarno (kanan)
apolda Metro Jaya Irjen Pol Putut Eko Bayuseno (tengah) didampingi Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Sudjarno (kanan)

Bisnis.com, JAKARTA -  Wakil Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Wakapolda Metro Jaya) Brigadir Jenderal Polisi Sudjarno memerintahkan anggota menembak mati terhadap pengedar narkoba yang melakukan perlawanan.

"Saya sudah perintahkan Direktur Narkoba supaya anggotanya menembak mati pengedar kecil atau besar yang melakukan perlawanan," kata Sudjarno di Jakarta Jumat (7/2/2014).

Sudjarno mengatakan pelaku narkoba merupakan tindak kejahatan luar biasa karena dapat merusak seluruh generasi bangsa.

Jenderal polisi bintang satu itu, menegaskan tersangka kasus narkoba bahkan yang telah divonis mati masih bisa mengendalikan peredaran dari lembaga pemasyarakatan.

Sudjarno meminta pihak Kejaksaan secepatnya mengeksekusi terpidana mati kasus narkoba yang telah memiliki kekuatan hukum tetap.

Pasalnya para terpidana yang narkoba tersebut mampu mengendalikan peredaran narkoba dengan fasilitas internet dan telepon selular di lembaga pemasyarakatan.

Selain itu, Sudjarno juga meminta pengelola lembaga pemasyarakatan lebih memperketat pengawasan terhadap penghuni lapas.

"Karena untuk kesekian kalinya, pengungkapan peredaran narkoba melibatkan penghuni Lapas," ungkap Sudjarno.


Editor : Martin Sihombing

Berlangganan Epaper Bisnis Indonesia Cuma Rp10 Juta Seumur Hidup, Mau? Klik disini!
 

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.