Sabtu, 01 November 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

Badai Salju Ekstrim Ganggu Penerbangan di Jepang

Muhammad Abdi Amna   -   Minggu, 09 Februari 2014, 21:45 WIB

BERITA TERKAIT

Badai salju/ilustrasi
ilustrasi
Badai salju

Bisnis.comTOKYO - Penduduk Tokyo harus menolong dirinya sendiri keluar dari timbunan salju yang tercatat setidaknya telah merenggut nyawa tujuh orang secara nasional.

Cuaca ekstrim itu diperkirakan akan berdampak pada menurunnya jumlah pemilih pada pemilu Gubernur Tokyo berikutnya.

Menurut Badan Meteorologi Jepang, pusat kota Tokyo tertutup di bawah 24cm atau 9,4inci dari salju pada Minggu (9/2/2014) pagi, setelah diterjang badai sehari sebelumnya. Lembaga penyiaran publik, NHK, mengatakan hujan salju ini merupakan yang terbesar dalam 45 tahun.

Kawasan lain yang diterjang badai lebih besar dari Tokyo terlihat tertutup salju setinggi 50cm, ini merupakan sebuah rekor untuk wilayah tersebut.

Menurut sebuah keterangan resmi, akibat cuaca buruk ini, Japan Airlines Co. menghentikan 122 penerbangan domestik yang berdampak kepada lebih dari 20.000 penumpang.

Sementara itu ANA Holdings Inc. mengatakan telah menghentikan 101 penerbangan, sehingga berdampak pada 15.000 penumpang.

Di lain pihak, perjalanan kereta api yang dioperasikan oleh East Japan Railway Co. mungkin tertunda 30 menit atau lebih. Sementara itu Central Japan Railway Co juga mengumumkan beberapa kelambatan perjalanan dan penundaan.

Sementara itu wilayah layanan Tokyo Electric Power Co. terlihat mengalami pemadaman listrik secara sporadis akibat salju. 


Source : Bloomberg

Editor : Yusran Yunus

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.