Jum'at, 24 Oktober 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

Erupsi Gunung Kelud, Ini Kesaksian Warga Nglegok Blitar

Miftahul Ulum   -   Kamis, 13 Februari 2014, 23:56 WIB

BERITA TERKAIT

Bisnis.com, SURABAYA - Berselang kurang dari 1 jam dari penetapan status awas, Gunung Kelud mengeluarkan magma dan awan panas.

Warga Desa Modangan, Kecamatan Nglegok, Blitar, Yuni Setyowati menguraikan pukul 23.00 dari tempatnya terlihat bara api dan asap membubung di puncak Kelud. Meski demikian, belum ada tanda-tanda hujan material seperti abu atau kerikil.

"Warga sudah membunyikan kentongan titir dan berkumpul di jalanan desa menunggu perkembangan situasi," jelasnya, Kamis (13/2).

Sebelumnya, Badan Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menetapkan status awas atau level tertinggi untuk Gunung Kelud pada Kamis (13/2) hari ini pukul 21.15 WIB.

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, menguraikan status Gunung Kelud dinaikkan menjadi awas (level IV) dari sebelumnya status siaga (level III).

"Kenaikan status awas adalah status peringatan tertinggi dari gunung api berdasarkan ancamannya. Radius ditetapkan 10 km dari puncak kawah Gunung Kelud tidak ada aktifitas masyarakat," jelas Sutopo, Kamis.

Kenaikan status awas dilakukan PVMBG berdasarkan adanya peningkatan instrumental dari aktivitas vulkanis, seismisitas dan pengamatan visual dari Gunung Kelud.

BNPB, PVMBG, Pemda Jatim, Pemda Blitar, Kediri, dan Malang berkoordinasi terkait kenaikan status Awas ini. Ada sekitar 200.000 jiwa lebih masyarakat dari 36 desa yang tinggal di dalam radius 10 km.


Editor : Bambang Supriyanto

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.