Minggu, 23 November 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

Erupsi Gunung Kelud, Warga Pare Kediri Berhamburan Keluar Rumah

Muhammad Khamdi   -   Jum'at, 14 Februari 2014, 00:07 WIB

BERITA TERKAIT

 Simulasi Evakuasi Gunung Kelud/Antara
Antara
Simulasi Evakuasi Gunung Kelud

Bisnis.com, JAKARTA - Warga Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, berhamburan keluar rumah karena dihebohkan kabar Gunung Kelud meletus Kamis malam sekitar pukul 22.00 WIB. 

Hanya berselang beberapa jam sebelumnya dinaikkan statusnya dari Siaga (Level III), menjadi Awas (Level IV), Kamis (13/2) malam.

Hingga malam ini, sebagian warga memilih keluar rumah karena khawatir terjadi apa-apa di dalam rumah. Beberapa menit lalu, daerah Pare juga dihujani debu dan kerikil.

Sambungan listrik di sekitar lokasi juga padam. Suasana seakan mencekam karena jarak pandang jalan terhalang oleh debu yang bertebaran.

“Tadi saya mendengar suara gemuruh. Sampai saat ini masih terdengar suara itu. Saya kira tadi hujan deras, ternyata di atas rumah terdengar kerikil,” papar Ida, salah seorang warga Pare, Kediri kepada Bisnis, Kamis (13/2).

Mendengar tanda bahaya, kata dia, warga berhamburan keluar rumah. Tidak hanya itu, beberapa warga sebagian mengetok pintu rumah sebagai tanda bahaya.

Selain itu, meletusnya Gunung Kelud tersebar melalui pesan singkat, selain bau belerang sudah menyebar dan sedikit terlihat kepulan gumpalan awan hitam di atas gunung itu dari daerah denga radius berkisar 20-30 kilometer itu dari puncak Gunung tersebut. 


Editor : Bambang Supriyanto

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.