Selasa, 23 September 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

Minta Bantuan NATO, Ukraina Bersiap Hadapi Invasi Rusia

Arys Aditya   -   Minggu, 02 Maret 2014, 21:25 WIB

BERITA TERKAIT

Bisnis.com, KIEV--Pemerintah interim Ukraina mempersiapkan mobilisasi tentara, setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mendeklarasikan bahwa Moskwa memiliki hak untuk menginvasi Ukraina. 

"Itu bukan ancaman. Pernyataan Putin adalah deklarasi perang terhadap negara kami," ujar Perdana Menteri Ukraina Arseny Yatseniuk dalam Bahasa Inggris sembari meminta bantuan kepada NATO, seperti dikutip Reuters, Minggu (2/3/2014). 

Apabila NATO sepakat untuk membantu Ukraina, rentetan tindakan ini menimbulkan potensi konfrontasi antara Moskwa melawan negara-negara Barat. 

Putin sendiri baru saja mendapat izin dari parlemen untuk menggunakan militer demi melindungi warga Rusia di Ukraina, yang sekaligus mengabaikan permintaan negara-negara Barat untuk tak ikut campur. 

Dewan Keamanan Dalam Negeri Ukraina sendiri telah memberi perintah para jendral untuk memerintahkan semua pasukan bersiaga, setelah beberapa insiden penahanan tentara Ukraina di Provinsi Crimea. 
  
"Jika Putin ingin menjadi presiden yang menabuh genderang perang antar dua tetangga dan negara sahabat, antara Ukraina dan Rusia, dia akan mendapat keinginannya dalam beberapa inci lagi. Kami akan menghadapi bencana," tambah Yatseniuk.


Editor : Hery Lazuardi

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Berlangganan ePaper Bisnis dan Indonesia Business Daily bisa dengan PayPal. Klik disini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik disini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.