Sabtu, 02 Agustus 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

PERANG RUSIA VS UKRAINA: Militer Rusia Latihan Peluru Tajam

Yusran Yunus   -   Selasa, 04 Maret 2014, 10:00 WIB

BERITA TERKAIT

Militer Rusia/Reuters
Reuters
Militer Rusia

Bisnis.com, JAKARTA - Ketegangan Rusia dengan Ukraina makin meningkat. Petinggi kedua negara pun terlibat perang uraf syaraf. Bahkan sudah mengarah kepada mobilisasi angkatan perang.

Meski hanya bersandi latihan, Rusia makin agresif melakukan manuver. Kapal perang Angkatan Laut Rusia dan pasukan pesisir melakukan latihan dengan menggunakan peluru tajam di wilayah sebelah barat Rusia.

Menurut RIA Novosti yang dikutip Antara, latihan yang dimaksudkan untuk uji kesiapan tempur ini diperintahkan oleh Presiden Vladimir Putin, sebagai bukti tentara Rusia telah dikerahkan ke seluruh semenanjung Krimea, Ukraina.

Putin mengunjungi lokasi latihan Kirillovsky di dekat St Petersburg Senin sore untuk secara pribadi mengawasi tahap akhir cek sekejap yang melibatkan misi penerjun oleh pasukan payung. Namun misi itu harus dibatalkan karena terjadi badai salju.

Seorang juru bicara Distrik Militer Barat, yang berbatasan dengan Ukraina, mengatakan bahwa berbagai sistem persenjataan, termasuk pasukan darat, tank, dan artileri angkatan laut serta pertahanan rudal udara juga ikut mengambil bagian dalam latihan Armada Baltik.

Satuan Armada Baltik melibatkan serangan udara, laut dan darat dengan target boneka simulasi pasukan musuh, termasuk tank, pesawat dan kapal-kapal selam.

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu sebelumnya mengatakan inspeksi mendadak atas lebih dari 150.000 tentara dari unit militer barat dan utara itu tidak terkait dengan peristiwa di Ukraina.


Source : Newswire

Editor : Yusran Yunus

Siapa peraih GRAND PRIZE 1 UNIT MOTOR Tebak Skor & Juara Brasil 2014? Klik DI SINI!.
 

THR dari Bisnis Indonesia: Berlangganan ePaper seumur hidup hanya Rp10 juta. Terbatas hingga 31 Juli, klik DI SINI!.

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.