Kamis, 23 Oktober 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

Krisis Ukraina: Crimea Mencekam, Militer Rusia dan Ukraina Saling Tunggu

Saeno   -   Kamis, 06 Maret 2014, 11:48 WIB

BERITA TERKAIT

Pasukan Rusia di sekitar Crimea, Ukraina/Reuters
Reuters
Pasukan Rusia di sekitar Crimea, Ukraina

Bisnis.com, KERCH – Suasana tegang dan mencekam masih terasa di wilayah otonomi Ukraina, Crimea.

Pasukan militer Rusia dan Ukraina bertahan di pangkalannya masing-masing dalam kondisi tegang dan saling menunggu.

Bertahan di pangkalan mereka, pasukan militer Ukraina yang dikepung militer Rusia di Crimea bertahan dalam kondisi penuh ketegangan.

Hampir seminggu setelah pasukan Rusia mulai melakukan pengambilalihan semenanjung Laut Hitam di wilayah Ukraina, suasana mencekam itu terbangun hingga kini.

Pasukan Rusia berusaha mengendalikan wilayah Ukraina itu walau tidak menggunakan langkah kekerasan. Sejauh ini tidak ada laporan soal pertempuran di antara dua pasukan itu, dan dikabarkan tidak ada korban tewas.

“Jika memungkinkan mereka akan pamer kekuatan...Mereka akan datang dan mendorong pintu lalu masuk, tapi siapa pun tak akan pernah bisa mendorong pintu rumah kami,” ujar Mayor Alexei Niforov, wakil komandan batalion marinir Ukraina di Kerch, yang hanya dipisahkan selat sempit dengan Rusia.

Pasukan angkatan laut Rusia telah memblokade selat Kerch yang menghubungkan Laut Hitam ke Laut Azov.

Menurut pejabat Ukraina, tindakan itu menunjukkan upaya Rusia untuk mengisolasi dan memaksa pasukan Ukraina untuk menyerah atau bergabung bersama mereka.

Dengan suara berat salah seorang rekan Mayor Nikiforov berujar,” Mereka coba mengalahkan kami.”

Kini tenggat yang ditentukan pihak Rusia tak ubahnya gertakan yang bisa iya juga bisa tidak. Sebelumnya, pasukan Ukraina diultimatum untuk menyerah dan bersumpah setia kepada pemerintahan regional Crime, yang kini berada di bawah komando Moskow.

Moskow telah mengirimkan sekitar 16.000 prajurit ke semenanjung Crimea sebagai tambahan dari pasukan yang selama ini berada di sana, ujar pemerintah Ukraina.

Sementara itu, Ukraina hanya memiliki kurang dari 20.000 pasukan angkatan laut dan personel militer lainnya yang bertahan di sekitar Crimea.


Source : Reuters

Editor : Saeno

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.