Sabtu, 01 November 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

Pesawat Malaysia Airlines Hilang: FBI Sebar Tim Agen

Martin Sihombing   -   Minggu, 09 Maret 2014, 13:18 WIB

BERITA TERKAIT

Manajemen Malaysia Airlines menjelaskan hilangnya MH370/Reuters
Reuters
Manajemen Malaysia Airlines menjelaskan hilangnya MH370

Bisnis.com, KUALA LUMPUR -   Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat  menyebarkan tim agen dan ahli teknis untuk membantu dalam menyelidiki hilangnya  pesawat Malaysia Airlines (MAS) pesawat, menurut media AS laporan.

Mereka mengutip seorang pejabat AS yang mengatakan FBI mulai terlibat karena tiga dari 227 penumpang kapal pesawat hilang adalah warga negara Amerika.

Pejabat AS seperti dikutip bahwa FBI tidak mengesampingkan terorisme atau masalah lain sebagai penyebab kemungkinan dalam hilangnya pesawat jet itu.

Seorang pejabat senior intelijen Amerika mengatakan lembaga penegak hukum dan intelijen menyelidiki masalah paspor dicuri. Pihak berwenang Amerika sedang meneliti manifest penerbangan secara ketat, kata pejabat itu, mencatat bahwa dokumen perjalanan palsu juga digunakan secara rutin oleh penyelundup dan imigran ilegal .

"Pada saat ini, kami belum mengidentifikasi ini sebagai aksi terorisme," kata pejabat itu, yang berbicara tentang kondisi anonimitas Sabtu (8/3/2014) karena penyelidikan masih terus dilakukan. "Sementara paspor dicuri menarik, mereka tidak perlu mengatakan kepada kita bahwa ini adalah tindakan terorisme."


Source : Bernama

Editor : Martin Sihombing

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.