Jum'at, 25 Juli 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

Jokowi Butuh Calon Wapres yang Realistis dan Paham Ekonomi

Lavinda   -   Jum'at, 14 Maret 2014, 18:07 WIB

BERITA TERKAIT

Bisnis.com, NUSA DUA - Ekonom menilai calon presiden Joko Widodo membutuhkan figur calon wakil presiden yang realistis dan menguasai bidang ekonomi untuk mengimbangi pengambilan keputusan kandidat dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu.

Ekonom Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Doddy Ariefianto menilai pria yang akrab dipanggil Jokowi itu belum memiliki rekam jejak terlalu banyak di bidang ekonomi. Dia juga seringkali memiliki konsep populis dan tidak terlalu concern terhadap pembangunan infrastruktur.

Mengamati hal itu, lanjut dia, Jokowi membutuhkan calon wakil presiden dari kalangan profesional yang mampu menangani persoalan strategis ekonomi dan keuangan. Pasalnya, jika sektor keuangan tidak diurus dengan baik, bisa menimbulkan risiko yang besar.

Calon wapres pendamping Jokowi juga perlu memahami dan memiliki perhatian yang besar terhadap perkembangan infrastruktur dan mengatasi kondisi birokrasi nasional.

Selain itu, Jokowi membutuhkan figur wakil presiden yang lebih realistis dan memahami berbagai risiko dalam pengambilan keputusan.

"Jokowi itu orangnya riil tetapi harus diimbangi sektor keuangan sebagai backbond. Dia juga memiliki konsep populis, butuh pendamping yang lebih realistis untuk memberi gambaran risiko apa saja yang akan dihadapi,"katanya, Jumat(14/3/2014).


Editor : Hery Lazuardi

Siapa peraih GRAND PRIZE 1 UNIT MOTOR Tebak Skor & Juara Brasil 2014? Klik DI SINI!.
 

THR dari Bisnis Indonesia: Berlangganan ePaper seumur hidup hanya Rp10 juta. Terbatas hingga 31 Juli, klik DI SINI!.

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.