Sabtu, 29 November 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

MH370 Ditemukan? Ini Lokasi Benda yang Diduga Ekor Pesawat

Saeno   -   Kamis, 20 Maret 2014, 14:11 WIB

BERITA TERKAIT

John Young, General Manager Divisi Tanggap Darurat Australian Maritime Safety Authority (AMSA)./Reuters-Sean Davey
Reuters/Sean Davey
John Young, General Manager Divisi Tanggap Darurat Australian Maritime Safety Authority (AMSA).

Bisnis.com, KUALA LUMPUR – Lokasi ditemukannya objek yang diduga bagian ekor pesawat Malaysia Airlines MH370 ternyata bukan lokasi yang umum dilalui pelayaran.

Seorang pejabat Amerika Serikat yang familiar dengan penyelidikan kecelakaan pesawat menyebutkan lokasi temuan tidak berada di jalur normal pelayaran, juga jauh dari pola penerbangan komersial. Lokasi tersebut digambarkan sebagai sedikit dilalui kapal pencari ikan sekali pun dan di sana tidak ada pulau.

Seperti diberitakan sebelumnya, otoritas Australia telah menemukan dua objek di kawasan selatan Samudera Hindia yang diperkirakan puing dari pesawat Malaysia Airlines MH370.

Benda yang tak terlihat jelas namun memiliki ukuran yang bisa diperkirakan sekitar 24 meter atau 79 kaki, ujar John Young, general manager tanggap darurat Otoritas Keselamatan Kelautan Australia (Australian Maritime Safety Authority/AMSA).

Benda-benda itu “mungkin terapung di air dan timbul tenggelam,” ujar Young.

“Jika pecahan pesawat sebesar itu, mungkin itu bagian ekor,” ujar David Gallo, yang menjadi salah satu pimpinan tim penyelidikan kecelakaan Air France penerbangan 447 yang mengalami kecelakaan pada 2009 di Samudera Atlantik. Sementara itu, ukuran ekor Boeing 777, yang satu model dengan pesawat Malaysia Airlines yang hilang, adalah 60 kaki.


Source : CNN

Editor : Saeno

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.