Selasa, 21 Oktober 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

MH 370 DITEMUKAN? Pesawat & Kapal Perang Australia Ke Samudera Hindia

Martin Sihombing   -   Kamis, 20 Maret 2014, 14:48 WIB

BERITA TERKAIT

Inilah lokasi 2 objek yang terpantau satelit Australia/ABC.net.au
ABC.net.au
Inilah lokasi 2 objek yang terpantau satelit Australia

Bisnis.com, JAKARTA -  Satu gugus tugas terdiri dari beberapa pesawat dan kapal perang telah diberangkatkan ke Samudera Hindia selatan untuk memastikan jika objek-objek terpantau satelit yang baru saja diumumkan Perdana Menteri Australia Tony Abbott merupakan puing pesawat Malaysia Airlines MH370.

Satelit-satelit telah menjejak dua objek seukuran 24 meter yang berada sekitar 2.500 kilometer barat daya Perth (Australia) yang dianggap kredibel, kata Otoritas Keamanan Laut Australia  (AMSA).

"Ini petunjuk, ini sangat mungkin petunjuk terkuat yang saat ini kami punya, namun kami mesti ke sana, menemukannya dan menilainya," kata General Manager AMSA John Young kepada wartawan di Canberra seperti dikutip The Australian.

Tapi dia juga mengingatkan kedua objek itu mungkin bukan puing pesawat hilang itu.

Young mengatakan empat pesawat pencari dari Australia, Selandia Baru dan Amerika Serikat telah dikirimkan ke area itu untuk mencek penglihatan satelit tersebut.

Satu pesawat lainnya dari Angkatan Udara Australia (RAAF) akan menyusul dengan tugas menjatuhkan gelembung penanda yang membantu memonitor puing apa saja yang mengapung di sana.

Sebuah kapal nelayan berada di area itu pada pukul 6 pagi waktu Australia guna mendekat ke objek-objek itu untuk memastikan apakah itu puing pesawat Malaysia tersebut, kata Young. Kapal perang HMAS Success juga telah dikirimkan ke sana.

Young mengatakan kendati kondisi selatan Samudera Hindia cukup tenang, namun kurangnya jarak pandang akan menggangu pencarian oleh pesawat udara dan satelit.

"Objek-objek itu relatif kabur dalam pencitraan. Keduanya merupakan objek yang ukurannya masuk akal dan mungkin sekali terendam oleh air. Citra terbesar yang saya saksikan ditaksir berukuran 24 meter, yang lainnya lebih kecil dari itu."

Young mengakui pencitraan itu tidak setepat itu dan dia mengatakan semua sumber daya AMSA yang tersedia telah digelarkan untuk meneliti puing-puing itu.

"Kami punya empat pesawat di luar sana sore ini, cuaca tidak bersahabat dengan kami. Kami mungkin bisa mendapatkan penglihatan, (tapi) juga bisa tidak.

"Mungkin besok, mungkin tidak. Kami akan terus melokasi kedua objek ini atau kami menegaskan kami tidak bisa (melokasi objek-objek itu)," kata Young.

Young mengungkapkan samudera ini berkedalaman ribuan meter.

"AMSA bekerja pada level terbaik untuk mencari siapa pun yang mungkin selamat," kata dia.

Dia mengatakan pesawat pertama yang akan tiba sore ini waktu Australia di lokasi objek adalah pesawat mata-mata laut Orion, kemudian Poseidon milik Angkatan Laut AS pada pukul 3 sore waktu Australia, disusul Orion kedua Australia tinggal landas dari Pangkalan Pearce dekat Perth pukul  6 sore, sedangkan satu pesawat Orion milik Selandia Baru akan terbang pukul 8 malam.

Sementara sebuah pesawat C-130 Hercules dari Angkatan Udara Australia akan bertugas menjatuhkan gelumbung penanda pada obyek-objek yang ditemukan.

Tidak disebutkan satelit negara mana yang berhasil menjejak objel-objek diduga puing pesawat itu.

Australia juga telah meminta negara lain untuk berada di lokasi objek ini, termasuk China, sedangkan Malaysia menyebut kabar ini sebagai harapan bagi resolusi atas krisi pesawat hilang tersebut.

"Kami telah sangat konsisten. Kami ingin verifikasi, kami ingin dukungan," kata Menteri Perhubungan Malaysia Hishammuddin Hussein hari ini seperti dikutip The Australian.(The Australian/AFP/Antara)


Source : Newswire

Editor : Martin Sihombing

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.