Jum'at, 22 Agustus 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

Lokasi 2 Benda yang Diduga Serpihan MH 370 Ini Paling Terpencil di Muka Bumi

Sepudin Zuhri   -   Kamis, 20 Maret 2014, 18:57 WIB

BERITA TERKAIT

Lokasi 2 benda yang diduga serpihan MH 370/dailymail.co.uk
dailymail.co.uk
Lokasi 2 benda yang diduga serpihan MH 370

Bisnis.com, JAKARTA - Citra satelit yang mungkin menunjukkan puing-puing dari Malaysia Airlines Flight 370 telah meningkatkan harapan bahwa tim investigasi bakal mempersempit tempat pencarian Boeing 777 tersebut.

Beberapa gambar, yang diperoleh dan dianalisis oleh Organisasi Geospatial- Intelligence Australia sebagai indikasi kemungkinan puing-puing di selatan Samudera Hindia (barat daya Australia), menjadi fokus pencarian.

Hal itu disampaikan oleh Otoritas Keselamatan Maritim Australia. Lokasi 2 benda yang diduga puing MH370 itu berada di ribuan km dari Australia.

Dua benda itu, yang satu berukuran panjang 24 meter dan benda yang satu lagi berukuran 5 meter.

Seperti dilansir dari CNN.com, lokasi itu berjarak sekitar 2.350 km dari Perth, Australia Barat, dan wilayah laut itu memikiki medan yang sulit dan tidak ramah, sehingga akan mempersulit pencarian.

Jarak yang jauh itu membuat waktu pencarian hanya sebentar atau hanya beberapa jam saja.

Cuaca bakal menjadi persoalan dalam menjangkau tempat tersebut. Pesawat yang pertama dikirim ke lokasi tersebut melaporkan area itu memiliki visibilitas yang rendah, kendati cuaca cukup moderat.

"Ini akan menghambat upaya udara dan satelit," ujar General Manager AMSA John Young.

Sementara itu, Ahli Meteorologi CNN Pedram Javaheri mengatakan ada badai di samudera di wilayah selatan yang dapat bergerak dari area ditemukannya 2 benda tersebut.

Wilayah itu memiliki kedalaman rata-rata 13.000 kaki. Juga terdapat pegunungan api bawah air yang dapat naik ke permukaan, yang dapat mengurangi kedalaman hingga 3.000 kaki.

Lokasi itu juga merupakan bagian dari Samudera Hindia yang memiliki arus laut yang melingkar di mana air tidak beredar sangat bebas.

Hal seperti itu (gyre/pilin) dikenal sebagai jebakan untuk puing-puing ukuran besar di wilayah selatan Samudera Hindia. karena arus di sini sangat lemah dan menunjukkan sedikit atau tidak ada gerakan selama jangka waktu yang lama, kata Javaheri.


Editor : Sepudin Zuhri

 

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.