Sabtu, 02 Agustus 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

Quick Count Pemilu 2014: Berikut 19 Lembaga Pemantau Pileg 9 April

Saeno   -   Minggu, 30 Maret 2014, 16:07 WIB

BERITA TERKAIT

Ilustrasi
lustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Selain akan diramaikan dengan sejumlah hasil hitung cepat, pemilihan legislatif atau Pileg 2014 juga akan diawasi oleh sejumlah lembaga pemantau.

Berdasar data dari KPU Pusat, terdapat 19 lembaga pemantau pemilu legislative pada 9 April 2014 yang sudah terakreditasi.

Adapun 19 lembaga pemantau Pemilu 2014 yang terakreditasi di KPU adalah:

  1. Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR)
  2. Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPPP)
  3. Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem)
  4. Garda Santri Nusantara
  5. Perhimpunan Indonesia untuk Buruh Migran Berdaulat (Migrant Care)
  6. Pendiri Yayasan Kemanusiaan Erihatsu Samasuru Lesuri Tapirone
  7. Perkumpulan Reclassering Indonesia
  8. Yayasan Pembangunan Kwalitas Bangsa Cq Lembaga Study International Ora Et Labora
  9. Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES)
  10. Partnership for Govermance Reform (Kemitraan)
  11. LSM Pijar Keadilan
  12. Aliansi Jurnalis Independen (AJI)
  13. Perkumpulan Badan Eksekutif Litbang dan Advokasi Sosial
  14. Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI)
  15. Himpunan Insan Pers Seluruh Indonesia (HIPSI)
  16. Lembaga Pemantau Penyelenggara Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (LP3-NKRI)
  17. PT CYRUS Nusantara
  18. Institute for Democracy, Politics and Human Right (Indepth Indonesia)
  19. Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) 

Untuk mengetahui data ke-19 lembaga pemantau lebih jelas, silakan klik di sini

 


Source : Kpu

Editor : Saeno

Siapa peraih GRAND PRIZE 1 UNIT MOTOR Tebak Skor & Juara Brasil 2014? Klik DI SINI!.
 

THR dari Bisnis Indonesia: Berlangganan ePaper seumur hidup hanya Rp10 juta. Terbatas hingga 31 Juli, klik DI SINI!.

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.