Sabtu, 26 Juli 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

Quick Count Pileg 2014: Suara 60 % PDIP Menangkan Pileg, Ini Urutan Lengkap Versi Indikator Politik Indonesia

Saeno   -   Rabu, 09 April 2014, 17:10 WIB

BERITA TERKAIT

Ilustrasi-Kampanye PDIP
lustrasi/Kampanye PDIP

Bisnis.com, JAKARTA – Quick Count Pileg 2014 dilakukan oleh sejumlah lembaga survey dan hitung cepat yang terdaftar di KPU.

Berdasar hitung cepat Indikator Politik Indonesia seperti ditayangkan Metro TV, Rabu (9/4/2014) hingga jumlah sampel suara 60% PDIP berhasil berada di posisi pertama dan dinyatakan menang versi lembaga ini.

Berikut rinciannya:

  1. PDIP 19,27%
  2. Golkar 14,32%
  3. Gerindra 12,21%
  4. Demokrat 9,74%
  5. PKB 9,16%
  6. PAN 7,47%
  7. NasDem 6,9%
  8. PKS 6,58%
  9. PPP 6,29%
  10. Hanura 5,54%
  11. PBB 1,56%
  12. PKPI 0,96%

Sebelumnya, saat sampel mencapai 50,45% urutan parpol peraih suara adalah sebagai berikut:

  1. PDIP 19,63%
  2. Golkar 14,5%
  3. Gerindra 12,12%
  4. Demokrat 9,59%
  5. PKB 9,11 %
  6. PAN 7,22%
  7. NasDem 7,14%
  8. PKS 6,48%
  9. PPP 6,07%
  10. Hanura 5,62%
  11. PBB 1,56%
  12. PKPI 0,95% 

Kemenangan yang diraih PDIP tentu masih bersifat sementara. Secara resmi semua itu masih harus menunggu real count dan pengesahan yang dilakukan KPU Pusat.

Berdasar data KPU,  rekapitulasi hasil penghitungan suara Pileg secara nasional berlangsung pada 26 April sampai 6 Mei 2014.

Sedangkan penetapan rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara parpol dan perolehan suara calon anggota DPR dan calon anggota DPD berlangsung pada 6 sampai 7 Mei 2014.


Editor : Saeno

Siapa peraih GRAND PRIZE 1 UNIT MOTOR Tebak Skor & Juara Brasil 2014? Klik DI SINI!.
 

THR dari Bisnis Indonesia: Berlangganan ePaper seumur hidup hanya Rp10 juta. Terbatas hingga 31 Juli, klik DI SINI!.

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.