Rabu, 17 September 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

PILEG 2014: PDI-P Tunggu Hasil KPU

Fitri Sartina Dewi   -   Rabu, 09 April 2014, 21:03 WIB

BERITA TERKAIT

Wakil Sekjen PDI-P Erico Sotarduga
akil Sekjen PDI/P Erico Sotarduga

Bisnis.com, JAKARTA- Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Eriko Sotarduga mengatakan pihaknya tidak akan berbesar hati dalam menyikapi hasil penghitungan cepat suara nasional yang dilakukan sejumlah lembaga survei nasional.

"PDI-Perjuangan berterimakasih atas dukungan rakyat, meskipun ini baru hasl quick count," kata Eriko kepada Bisnis di Jakarta, Rabu (9/4/2014).

Meskipun telah dinyatakan unggul berdasarkan hasil quick count, tetapi Eriko menyataka pihaknya akan tetap melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap penghitungan resmi jumlah suara nasional yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Kami masih memiliki tugas untuk mengawasi penghitungan suara sampai pada saatnya diumumkan hasil resminya nanti," ujarnya.

Ketika ditanya soal rencana koalisi, Eriko menjawab pihaknya masih belum membahas persoalan tersebut, sebab masih fokus kepada hasil Pileg 2014.

"Belum dibicarakan, kita tidak mau terburu-buru, karena hasil pileg belum final," ucapnya.

Selain belum membahas soao koalisi dengan partai politik lainnya, Eriko yang menjabat sebagai Anggota DPR ini juga mengaku pihaknya masih belum menjatuhkan pilihan siapa calon wakil presiden yang akan mendampingi Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) yang telah ditetapkan sebagai capres oleh PDIP.

"Pekerjaan Pileg belum selesai, dan kita masih bersiap untuk menghadapi pilpres."


Editor : Martin Sihombing

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Dapatkan data Neraca, Reksa Dana, Waran, Swap, Valas, Obligasi, dan Saham. Klik disini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik disini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.